Senin, 26 Oktober 2015

Pulau Sejuta Pura

Yeey.. sekarang baru bisa post lagi. Maaf yak.?
Well, awalnya bingung sih mau nge-post apaan, Alhamdulillah dapet hidayah juga. Biar nggak bosen mandengin terus postingan yang berbau Pramuka, sekarang saya hadir dengan refrensi baru. Yah, bisa dibilang berbagi pengalaman sih. :D

             Oke, kalian pasti tau kan yang dimaksud judul di atas? Yap, betul banget, jawabannya Bali. Mungkin nama itu sudah tak asing banget bagi kalian, bagi yang belum pernah mengunjunginya saya akan bercerita sedikit tentang kegiatan study tour kemarin bersama teman-teman SMP Negeri 1 Tuban.

            Waktu kita di sana lagi bertepatan dengan Hari Galungan, jadi banyak tempat wisata yang tutup. Tapi lumayan kok, masih banyak yang dikunjungi.

            Hmm, bagi kalian yang mau ke Bali naik kapal, kalian akan singgah di Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi. Di sana ada kebiasaan unik lho, warga sekitar akan berenang di laut dan memunguti uang receh yang dilempar pengunjung, sambil nunggu kapal berangkat kan lumayan buat hiburan. So, jika kalian ingin melempar uang receh, harus sedia banyak ya :D 

                Kebiasaan warga sekitar pelabuhan memunguti uang koin yang dilempar pengunjung.

            Tujuan penyeberangan ada di pulau seberang, yakni Pelabuhan Gilimanuk. Waktu naik kapal kalian nggak akan bosan loh, karena kalian akan disuguhi pemandangan yang keren-keren, kalian juga akan melihat kapal yang berlalu-lalang. Air laut di sana juga indah banget, masih biru banget ditambah laut yang bersih juga jadi nilai plus nya.


Kapal-kapal berlalu-lalang berpadu dengan keindahan alam sekitar.

Setibanya di Pelabuhan Gilimanuk, perjalanan dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Tanah Lot. Apa yang kalian bayangkan jika datang ke sini? Ini indah banget. Bagi saya, kalau di Bali nggak ada bosennya walau kebanyakan destinasi wisatanya ada di pantai.

Gapura menuju Pura Luhur Panataran

Pura Luhur Panataran

Kondisi air laut pasang di sekitar pantai.

Di sini memiliki kesan banget loh, pemandangannya bagus, pantainya ada batu-batunya gitu, menambah kesan alami banget. Tebing –tebing yang mengelilingi seakan menyatu dengan lingkungan sekitar.


Pura di tengah laut di Tanah Lot.

Sayang banget, waktu ke sana air lagi pasang plus lagi turun hujan, jadi nggak bisa lebih dekat. Padahal kalau dilihat dari dekat mungkin lebih keren ya..

Jangan lewatkan untuk ber-selfie ria (foto admin :v)

Kalau lagi di sana sebisa mungkin abadikan momen kebersamaan bersama teman-teman agar kalian punya dokumentasi perjalanan hidup yang kalian lalui bersama teman SMP.

Setelah dari Tanah Lot, rombongan bus kami bertemu dengan guide yang akan menemani kami selama di Bali, beliau orang Bali asli loh, namanya I Wayan Sunarta dan kalian bisa mamanggilnya Bli Wayan. Kehadiran guide di sini bikin suasana bus nggak sepi alias garing. Kalian juga bisa bertanya pada guide kalian tentang apapun yang ingin kalian ketahui tantang Bali. Tak jarang, beliau akan sharing sedikit budaya Bali, seperti bahasanya, mitos yang berkembang, bahkan kebiasaan yang berkembang. Contoh, di Bali “uang” disebut dengan “pipis” yang memiliki makna bertolak-belakang dengan bahasa keseharian orang Jawa :v . Namun, itulah budaya Indonesia dengan segala keragamannya.

Pemandangan di sepanjang jalan menuju Danau Bedugul

Hari Kedua di Bali, pagi-pagi kami melanjutkan perjalanan ke Danau Bedugul. Letaknya lumayan jauh dari hotel. Jalan yang dilalui juga bisa dibilang ekstrim karena berliku dan menanjak. Eits, jangan khawatir, kalian nggak akan begitu merasakannya, karena kalian akan disuguhi pemandangan alam yang luar biasa indah, jadi sayang banget kalau kalian lewati pejalanan itu dengan tidur di dalam bus *padahal juga masih pagi, tapi ada juga kok temanku yang gitu -_-. Oh iya, apakah kalian tahu kenapa harus pergi ke Bedugul pagi hari? Karena ketika menjelang siang,daerah ini sering di guyur hujan, sehingga harus datang pagi hari. Kan sayang kalau hujan nggak bisa menikmati keindahan tempatnya.

Danau Bedugul


Danau Bedugul

Fasilitas wahana air yang tersedia di danau Bedugul

Disana disediakan boat maupun kapal dayung kecil bermuatan 3-4 orang untuk mengelilingi danau. Dengan harga 20.000-30.000 sekali jalan. Jadi, buat kalian yang mau menikmati sensasi dingin plus pemandangan dari tengah danau, kalian bisa mencobanya.

Komplek Candi Kuning

Area Candi Kuning

Bedugul ini berupa danau yang lumayan besar di dataran tinggi. Hawanya juga dingin banget, jadi usahakan kalau lagi di sana pakai jaket bagi yang nggak begitu kuat nahan dingin. Di sekitarnya juga ada area candi yang diberi nama Candi Kuning. Area sekitar candi bersih banget loh, banyak tanaman nya jadi berasa asri banget.

Gapura Candi Kuning dan area taman yang rindang.

Perjalanan berlanjut mengunjungi Musium Bajra Sandi. Musium ini didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat Bali dalam melawan penjajah. Dilihat dari luar keren banget loh.. Bangunannya menjulang. Sebenarnya, tempat ini disebut sebagai monumen, tetapi di dalamnya juga menyimpan beberapa benda koleksi seperti lukisan, diorama, dan patung-patung. Dioramanya pun ada 33 buah, yang menceritakan Bali mulai dari zaman pra sejrah hingga sesudah kemerdekaan.

Foto bersama di depan gapura Monumen Bajra Sandi

                                                                Monumen Bajra Sandi

Monumen Bajra Sandi nampak dari samping

Pintu masuk monumen

Kalian bisa naik ke lantai dua untuk menikmati pemandangan kota dari atas. Tetapi kalian harus bisa meniti kurang lebih 100 anak tangga, di mana bentuk tangganya adalah spiral. Jadi, yang ingin ke atas harus kuat dan tahan pusing ya :D

 Salah satu lukisan yang ada di dalammuseum


 Pemandangan dari lantai dua, nampak ibu-ibu guru sedang berbincang di taman sekitar museum

Perjalanan berlanjut ke Garuda Wisnu Kencana (GWK), lahan tempat berdirinya wisata ini dulunya adalah lahan tandus di dataran tinggi. Sehingga oleh seorang seniman di dirikan patung Wisnu dan Garuda. Tetapi, sayangnya proyek ini tak kunjung rampung, sehingga terlihat masih banyak potongan tubuh dari patung yang berserakan. tiket untuk masuk di tempat wisata ini lumayan mahal lho, sekitar Rp. 50.000,00 per orang.

 Plaza Wisnu

Patung ini dibuat dengan logam tembaga yang disusun dengan sedemikian rupa. konon katanya, jika pengerjaan patung ini rampung, tingginya akan melebihi patung Liberty yang ada di Amerika. Keren kan? Indonesia punya..

Jika turun lagi dari Plaza Wisnu ini, kita akan sampai di Plaza Garuda. Tempatnya masih sangat lapang. Di samping kanan kirinya masih seperti bukit yang dibelah.

Plaza Garuda

Lapangan besar d depan Patung Garuda 

Terdapat Theatre yang menampilkan beberapa kesenian Bali, seperti Tari Kecak.

Jalan tol Bali

Terletak di atas rawa

Di Bali juga ada jalan tol loh, yang bikin unik itu karena jalan tol nya dibangun diatas rawa-rawa. Jika kalian bandingin dengan negara-negara maju juga nggak kalah keren kok :D. Jalan tol ini juga menghubungkan ke Bandara Ngurah Rai.

Logo Pantai Pandawa

Oke, yang terakhir adalah destinasi kita ke pantai. Ya, pertama adalah pantai Pandawa. Wisata ini masih tergolong baru, karena dulunya pantai ini jarang di eksplore wisatawan. Pantainya keren banget, air pantainya perpaduan dari beberapa warna, seperti hijau, biru dan tosca dan juga pasir pantainya putih banget. Tapi sayangnya, di pantai ini kalau siang panas banget, mata berasa nggak bisa di buka. :v Oh ya, salah satu faktor yang menjadikan pantai ini unik adalah patung dari tokoh pewayangan Pandawa yang terpahat cantik di dalam tebing sepanjang jalan menuju pantai.

Salah satu patung tokoh pewayangan Pandawa yang di pahat di tebing

Suasana dan pemandangan Pantai Pandawa

Kunjungan terakhir adalah ke Pantai Kuta, kalian pasti tidak asing lagi kan dengan namanya. Pantai ini indah lho, tapi awas jaga pandangan! Banyak jebakan alias bule yang lagi jemur. Kuatkan iman anda jika berada di daerah ini :v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar