Yeey.. sekarang baru bisa post lagi. Maaf yak.?
Well, awalnya bingung sih mau nge-post apaan, Alhamdulillah
dapet hidayah juga. Biar nggak bosen mandengin terus postingan yang berbau
Pramuka, sekarang saya hadir dengan refrensi baru. Yah, bisa dibilang berbagi
pengalaman sih. :D
Oke, kalian pasti tau kan yang
dimaksud judul di atas? Yap, betul banget, jawabannya Bali. Mungkin nama itu
sudah tak asing banget bagi kalian, bagi yang belum pernah mengunjunginya saya
akan bercerita sedikit tentang kegiatan study tour kemarin bersama teman-teman
SMP Negeri 1 Tuban.
Waktu kita
di sana lagi bertepatan dengan Hari Galungan, jadi banyak tempat wisata yang
tutup. Tapi lumayan kok, masih banyak yang dikunjungi.
Hmm, bagi
kalian yang mau ke Bali naik kapal, kalian akan singgah di Pelabuhan Ketapang
di Banyuwangi. Di sana ada kebiasaan unik lho, warga sekitar akan berenang di
laut dan memunguti uang receh yang dilempar pengunjung, sambil nunggu kapal
berangkat kan lumayan buat hiburan. So, jika kalian ingin melempar uang receh,
harus sedia banyak ya :D
Kebiasaan warga sekitar pelabuhan memunguti uang koin yang dilempar
pengunjung.
Tujuan
penyeberangan ada di pulau seberang, yakni Pelabuhan Gilimanuk. Waktu naik
kapal kalian nggak akan bosan loh, karena kalian akan disuguhi pemandangan yang
keren-keren, kalian juga akan melihat kapal yang berlalu-lalang. Air laut di
sana juga indah banget, masih biru banget ditambah laut yang bersih juga jadi
nilai plus nya.
Kapal-kapal berlalu-lalang berpadu dengan keindahan alam sekitar.
Setibanya di Pelabuhan Gilimanuk,
perjalanan dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Tanah Lot. Apa yang
kalian bayangkan jika datang ke sini? Ini indah banget. Bagi saya, kalau di
Bali nggak ada bosennya walau kebanyakan destinasi wisatanya ada di pantai.
Gapura menuju Pura Luhur Panataran
Pura Luhur Panataran
Kondisi air laut pasang di sekitar pantai.
Di sini memiliki kesan banget loh,
pemandangannya bagus, pantainya ada batu-batunya gitu, menambah kesan alami banget.
Tebing –tebing yang mengelilingi seakan menyatu dengan lingkungan sekitar.
Pura di tengah laut di Tanah Lot.
Sayang banget, waktu ke sana air
lagi pasang plus lagi turun hujan, jadi nggak bisa lebih dekat. Padahal kalau
dilihat dari dekat mungkin lebih keren ya..
Jangan lewatkan untuk ber-selfie ria (foto admin :v)
Kalau lagi di sana sebisa mungkin
abadikan momen kebersamaan bersama teman-teman agar kalian punya dokumentasi
perjalanan hidup yang kalian lalui bersama teman SMP.
Setelah dari Tanah Lot, rombongan bus
kami bertemu dengan guide yang akan menemani kami selama di Bali, beliau orang
Bali asli loh, namanya I Wayan Sunarta dan kalian bisa mamanggilnya Bli Wayan.
Kehadiran guide di sini bikin suasana bus nggak sepi alias garing. Kalian juga
bisa bertanya pada guide kalian tentang apapun yang ingin kalian ketahui
tantang Bali. Tak jarang, beliau akan sharing sedikit budaya Bali, seperti
bahasanya, mitos yang berkembang, bahkan kebiasaan yang berkembang. Contoh, di
Bali “uang” disebut dengan “pipis” yang memiliki makna bertolak-belakang dengan
bahasa keseharian orang Jawa :v . Namun, itulah budaya Indonesia dengan segala
keragamannya.
Pemandangan di sepanjang jalan menuju Danau Bedugul
Hari Kedua di Bali, pagi-pagi kami
melanjutkan perjalanan ke Danau Bedugul. Letaknya lumayan jauh dari hotel.
Jalan yang dilalui juga bisa dibilang ekstrim karena berliku dan menanjak.
Eits, jangan khawatir, kalian nggak akan begitu merasakannya, karena kalian
akan disuguhi pemandangan alam yang luar biasa indah, jadi sayang banget kalau
kalian lewati pejalanan itu dengan tidur di dalam bus *padahal juga masih pagi,
tapi ada juga kok temanku yang gitu -_-. Oh iya, apakah kalian tahu kenapa
harus pergi ke Bedugul pagi hari? Karena ketika menjelang siang,daerah ini
sering di guyur hujan, sehingga harus datang pagi hari. Kan sayang kalau hujan
nggak bisa menikmati keindahan tempatnya.
Danau Bedugul
Danau Bedugul
Fasilitas wahana air yang tersedia di danau Bedugul
Disana disediakan boat maupun kapal
dayung kecil bermuatan 3-4 orang untuk mengelilingi danau. Dengan harga
20.000-30.000 sekali jalan. Jadi, buat kalian yang mau menikmati sensasi dingin
plus pemandangan dari tengah danau, kalian bisa mencobanya.
Komplek Candi Kuning
Area Candi Kuning
Bedugul ini berupa danau yang
lumayan besar di dataran tinggi. Hawanya juga dingin banget, jadi usahakan
kalau lagi di sana pakai jaket bagi yang nggak begitu kuat nahan dingin. Di
sekitarnya juga ada area candi yang diberi nama Candi Kuning. Area sekitar candi
bersih banget loh, banyak tanaman nya jadi berasa asri banget.
Gapura Candi Kuning dan area taman yang rindang.
Perjalanan berlanjut mengunjungi
Musium Bajra Sandi. Musium ini didirikan untuk mengenang perjuangan rakyat Bali
dalam melawan penjajah. Dilihat dari luar keren banget
loh.. Bangunannya menjulang. Sebenarnya, tempat ini disebut sebagai monumen, tetapi di dalamnya juga menyimpan beberapa benda koleksi seperti lukisan, diorama, dan patung-patung. Dioramanya pun ada 33 buah, yang menceritakan Bali mulai dari zaman pra sejrah hingga sesudah kemerdekaan.
Foto bersama di depan gapura Monumen Bajra Sandi
Monumen Bajra Sandi
Monumen Bajra Sandi nampak dari samping
Pintu masuk monumen
Kalian bisa naik ke lantai dua
untuk menikmati pemandangan kota dari atas. Tetapi kalian harus bisa meniti
kurang lebih 100 anak tangga, di mana bentuk tangganya adalah spiral. Jadi,
yang ingin ke atas harus kuat dan tahan pusing ya :D
Salah satu lukisan yang ada di dalammuseum
Pemandangan dari lantai dua, nampak ibu-ibu guru sedang berbincang di taman sekitar museum
Perjalanan berlanjut ke Garuda
Wisnu Kencana (GWK), lahan tempat berdirinya wisata ini dulunya adalah lahan
tandus di dataran tinggi. Sehingga oleh seorang seniman di dirikan patung Wisnu
dan Garuda. Tetapi, sayangnya proyek ini tak kunjung rampung, sehingga terlihat
masih banyak potongan tubuh dari patung yang berserakan. tiket untuk masuk di tempat wisata ini lumayan mahal lho, sekitar Rp. 50.000,00 per orang.
Plaza Wisnu
Patung ini dibuat dengan logam tembaga yang disusun dengan sedemikian rupa. konon katanya, jika pengerjaan patung ini rampung, tingginya akan melebihi patung Liberty yang ada di Amerika. Keren kan? Indonesia punya..
Jika turun lagi dari Plaza Wisnu
ini, kita akan sampai di Plaza Garuda. Tempatnya masih sangat lapang. Di samping
kanan kirinya masih seperti bukit yang dibelah.
Plaza Garuda
Lapangan besar d depan Patung Garuda
Terdapat Theatre yang menampilkan beberapa kesenian Bali, seperti Tari Kecak.
Jalan tol Bali
Terletak di atas rawa
Di Bali juga ada jalan tol loh,
yang bikin unik itu karena jalan tol nya dibangun diatas rawa-rawa. Jika kalian
bandingin dengan negara-negara maju juga nggak kalah keren kok :D. Jalan tol
ini juga menghubungkan ke Bandara Ngurah Rai.
Logo Pantai Pandawa
Oke, yang terakhir adalah destinasi
kita ke pantai. Ya, pertama adalah pantai Pandawa. Wisata ini masih tergolong
baru, karena dulunya pantai ini jarang di eksplore wisatawan. Pantainya keren
banget, air pantainya perpaduan dari beberapa warna, seperti hijau, biru dan
tosca dan juga pasir pantainya putih banget. Tapi sayangnya, di pantai ini
kalau siang panas banget, mata berasa nggak bisa di buka. :v Oh ya, salah satu faktor yang menjadikan pantai ini unik adalah patung dari tokoh pewayangan Pandawa yang terpahat cantik di dalam tebing sepanjang jalan menuju pantai.
Salah satu patung tokoh pewayangan Pandawa yang di pahat di tebing
Suasana dan pemandangan Pantai Pandawa
Kunjungan terakhir adalah ke Pantai
Kuta, kalian pasti tidak asing lagi kan dengan namanya. Pantai ini indah lho,
tapi awas jaga pandangan! Banyak jebakan alias bule yang lagi jemur. Kuatkan
iman anda jika berada di daerah ini :v